Score: 8.4/10
"Sometimes it's easy to forget that we spend most of our time stumbling around the dark. Suddenly, a light gets turned on and there's a fair share of blame to go around. I can't speak to what happened before I arrived, but all of you have done some very good reporting here. Reporting that I believe is going to have an immediate and considerable impact on our readers. For me, this kind of story is why we do this." - Marty Baron
Sebuah film garapan Tom McCarthy yang sangat berani untuk kembali mengangkat kisah pelecehan seksual oleh pedofilia yang tak lain dilakukan oleh para Pastur Kristen Katholik di Boston. Mendapat ganjaran 6 nominasi termasuk Best Pictures dalam OSCARS tahun ini, film ini terinspirasi dari 'true event' yang telah lama terjadi dan baru terkuak luas pada tahun 2002 lalu. Tak hanya itu, studio juga menggaet aktor-aktor berbakat seperti Mark Ruffalo dan Rachel McAdams yang masuk kedalam nominasi Best Supporting Actor & Actress dan aktor senior seperti Michael Keaton dan Stanley Tucci.
Dengan datangnya Marty Baron (Schreiber) sebagai kepala editor di The Golden Globes, Marty memberikan kasus kepada tim Spotlight yang dipimpin oleh Walter Robby (Keaton) untuk meneliti pelecehan seks yang dilakukan para Pastur. Berangkat bersama timnya, Mike Rezendes (Ruffalo) menginvestigasi pengacara Garabedian (Tucci) untuk memberikan dokumen rahasia terkait para kliennya yang dulu pernah ia tangani. Sedangkan Sacha Pfeiffer (McAdams) dan Matt Carroll (D'Arcy James) mendatangi para korban yang selamat dari peristiwa tersebut. Phil Saviano (Huff) adalah salah satu dari para korban yang sudah lama gagal melayangkan gugatan ke pengadilan, melaporkan bahwa setidaknya ada 13 pastur yang terlibat. Jumlah tersebut terus bertambah ketika tim Spotlight mulai mencari arsip-arsip lama serta menemui berbagai korban narasumber. Setidaknya, 90 kasus ditemukan untuk daerah Boston. Dibalik itu semua, Robby beserta timnya harus melewati masa-masa sulit nan berbahaya untuk dapat kembali mengangkat berita ini. Sempat tertunda karena kasus WTC, tim Spotlight tetap mendedikasikan kebenaran untuk menyelesaikan kasus tersebut.
"Sometimes it's easy to forget that we spend most of our time stumbling around the dark. Suddenly, a light gets turned on and there's a fair share of blame to go around. I can't speak to what happened before I arrived, but all of you have done some very good reporting here. Reporting that I believe is going to have an immediate and considerable impact on our readers. For me, this kind of story is why we do this." - Marty Baron
Sebuah film garapan Tom McCarthy yang sangat berani untuk kembali mengangkat kisah pelecehan seksual oleh pedofilia yang tak lain dilakukan oleh para Pastur Kristen Katholik di Boston. Mendapat ganjaran 6 nominasi termasuk Best Pictures dalam OSCARS tahun ini, film ini terinspirasi dari 'true event' yang telah lama terjadi dan baru terkuak luas pada tahun 2002 lalu. Tak hanya itu, studio juga menggaet aktor-aktor berbakat seperti Mark Ruffalo dan Rachel McAdams yang masuk kedalam nominasi Best Supporting Actor & Actress dan aktor senior seperti Michael Keaton dan Stanley Tucci.
Dengan datangnya Marty Baron (Schreiber) sebagai kepala editor di The Golden Globes, Marty memberikan kasus kepada tim Spotlight yang dipimpin oleh Walter Robby (Keaton) untuk meneliti pelecehan seks yang dilakukan para Pastur. Berangkat bersama timnya, Mike Rezendes (Ruffalo) menginvestigasi pengacara Garabedian (Tucci) untuk memberikan dokumen rahasia terkait para kliennya yang dulu pernah ia tangani. Sedangkan Sacha Pfeiffer (McAdams) dan Matt Carroll (D'Arcy James) mendatangi para korban yang selamat dari peristiwa tersebut. Phil Saviano (Huff) adalah salah satu dari para korban yang sudah lama gagal melayangkan gugatan ke pengadilan, melaporkan bahwa setidaknya ada 13 pastur yang terlibat. Jumlah tersebut terus bertambah ketika tim Spotlight mulai mencari arsip-arsip lama serta menemui berbagai korban narasumber. Setidaknya, 90 kasus ditemukan untuk daerah Boston. Dibalik itu semua, Robby beserta timnya harus melewati masa-masa sulit nan berbahaya untuk dapat kembali mengangkat berita ini. Sempat tertunda karena kasus WTC, tim Spotlight tetap mendedikasikan kebenaran untuk menyelesaikan kasus tersebut.




