Showing posts with label Movie. Show all posts
Showing posts with label Movie. Show all posts

Saturday, 17 December 2016

Rogue One: A Star Wars Story

Score: 7.8
"We have hope. Rebellions are built on hope!" - Jyn Erso

Sebuah spin-off dari saga besar kreasi George Lucas yang telah mengakar sejak tahun 1977. Di garap sepenuhnya oleh Disney, Gareth Edwards berkesempatan memegang peran sutradara untuk sebuah film yang ceritanya diangkat dari sebuah Legenda dibalik rencana penghancuran Death Star yang baru akan terjadi pada Star Wars Episode VI. Menggaet artis dari berbagai latar belakang kultur, Felicity Jones dan Riz Ahmed (British), Diego Luna (Mexico), Donnie Yen dan Wen Jiang (Chinese), Forest Whitaker (USA), dan Ben Mendelsohn (Australian) menjadi film ini penuh dengan warna berbagai ras dunia. Menempatkan ceritanya pada timeline diantara Episode III dan IV, serta setelah Star Wars: Rebel (Tv Series Animation), Rogue One: A Star Wars Story mengisi gap tersebut dan melengkapi kisah utama Star Wars trilogi keduanya (Episode IV-VI) dengan utuh.

Galen Erso (Mikkelsen) adalah orang dibalik perancangan sebuah senjata penghancur planet, Death Star. Ia mengorbankan dirinya kembali bekerja pada Empire demi keselamatan sang putrinya, Jyn Erso (Gadsdon). Menitipkan sang anak pada seorang Rebellion, Saw Gerrerra (Whitaker) mendidik Jyn untuk menjadi tentara yang kuat dan tak kenal takut. 15 tahun kemudian, Jyn Erso (Jones) di ajak bekerja sama kembali dengan pasukan Rebellion, Mon Mothma (O'Reilly) untuk menemukan kembali Saw Gerrera, Rebellion yang kini bekerja sendiri. Kembalinya Jyn pada Saw ternyata tepat pada saat sang pilot Empire yang berkhianat, Bodhi Rook (Ahmed) membawakan pesan khusus dari Galen untuk Saw dan semua Rebellion, khususnya Jyn, dan membeberkan rahasia dari kelemahan Death Star yang ia buat. Untuk dapat menghancurkan senjata pemusnah massal tersebut, Jyn harus mendapatkan denah Death Star. Sedihnya, beberapa dewan Rebellion ternyata masih enggan membantu Jyn untuk mencari denah tersebut di salah satu markas pasukan Empire. Maka dengan beberapa bantuan prajurit yang setia pada Jyn, Captain Cassian Andor (Luna), K-2SO (Tudyk), Chirrut (Yen), Baze (Jiang), Bodhi beserta beberapa prajurit anak buah Capt. Cassian segera berangkat mencari peta tersebut dan menamai diri mereka sebagai pasukan Rogue One.

Wednesday, 23 November 2016

Death Note Light Up The New World

Score: 7.9
"Siapapun yang namanya tertulis dalam buku ini. Akan Mati." - Death Note page 1

Kalimat diatas terlihat seperti becandaan biasa bukan? Justru sebuah ide gagasan tersebutlah yang berhasil membuat buku milik shinigami ini mendunia. Dua film live-actionnya pertama kali rilis pada tahun 2006 yang saat itu masih berupa serial drama yang dijadikan satu menjadi sebuah film. Siapa sangka, meski live-actionnya saat itu sempat dicerca karena memiliki akhir yang berbeda dengan versi Manga-nya, Takeshi Obata dan Tsugumi Ohba memutuskan kembali menerangi dunia ini dengan Death Note: Light Up The New World. Shinsuke Sato terpilih sebagai pengarah film, tak lupa pula menarik kembali Erika Toda untuk kembali memerankan Misa Amane, Sota Aoyama sebagai Matsuda, Nakamura Shido II sebagai Ryuk, serta memasukkan beberapa footage Light Yagami / Kira (Tatsuya Fujiwara) dan L (Ken'ichi Matsuyama) kedalam saga generasi barunya ini.

10 tahun pasca perseteruan L vs Kira (sebutan pemegang Death Note yang mengatasnamakan dirinya tuhan, untuk membunuh para kriminal) yang menyebabkan dunia bergejolak karena adanya buku tersebut, kini beberapa shinigami kembali menurunkan buku mereka ke Bumi dengan maksud tertentu. Tersebutlah 6 Death Note yang tersebar di Dunia. 1 diantara telah dimiliki Tim Penanganan Kasus Kira yang dipimpin oleh Tsukuru Mishima (Higashide), 1 lagi dimiliki secara sembunyi-sembunyi oleh penerus L, Ryuzaki (Ikematsu) dan 3 sisanya telah dipegang oleh penerus Kira, Yugi Shion (Suda) sementara salah satunya dipegang kembali oleh Misa Amane (Toda). Shion percaya bahwa dengan mengumpulkan ke-enam Death Note tersebut, maka ia sudah bisa mewarisi nama Kira sekaligus dapat bertemu kembali dengan penerus Light Yagami / Kira (Fujiwara) sesungguhnya. Sementara Ryuzaki sebagai penerus L (Matsuyama) percaya bahwa dirinya bisa lebih baik menangani kasus ini tanpa menggunakan Death Note yang ada digenggamannya, seperti yang dilakukan L. Mishima dan Ryuzaki harus bekerjasama menangkap para penerus Kira tersebut dan mengungkap identitas asli Kira utama yang mereka kejar meskipun mereka berdua sendiri masih dalam krisis kepercayaan.

Thursday, 17 November 2016

Fantastic Beasts and Where to Find Them

Score: 7.7
"There is no reason to worry about." - Newt Scamander

The Magical World of Harry Potter is back! Kali ini, David Yates tidak menunggu J.K Rowling untuk membuat sebuah buku yang lantas mengadaptasinya menjadi film layar lebar. Namun Ibu yang dikenal dengan nama panjang Joanne Kathleen ini langsung mendedikasikan dirinya untuk menulis keseluruhan naskah dari film yang mengangkat hewan-hewan fantastis dalam saga Harry Potter. Terus terang, judul film ini memang sudah tidak asing lagi bagi Pottermore (Sebutan bagi para penggemar Harry Potter) karena Fantastic Beasts and Where To Find Them tidak lain adalah sebuah buku pelajaran yang para murid Hogwarts gunakan. Sang kreator Rowling juga telah merilis teks book berbentuk ensiklopedia fiksi tersebut sebagai bagian dari buku tambahan untuk para penggemar, bersamaan dengan dua buku lainnya, yakni Quidditch Through The Ages dan The Tales of Beedle The Bard. Singkat kata, Pottermore akan menonton sebuah film yang sebagian besar jalan ceritanya tidak bisa mereka tebak seperti sebagian besar film Harry Potter yang nyatanya memang diangkat dari Novel.

Newt Scamander (Redmayne) adalah seorang Magizoologist yang datang ke New York guna mengembalikan salah satu piaraannya ke alam bebas. Kurang beruntungnya ia ketika salah satu hewannya, Niffler (hewan yang suka dengan benda berkelip) lepas dan meneror Bank. Dalam pengejaran Niffler tersebut, Newt berpapasan dengan seorang No-Maj (sebutan Muggle/manusia biasa di Amerika), Jacob Kowalski (Fogler) yang secara tidak sengaja membawa koper Newt karena tertukar. Seorang Auror bernama Tina Goldstein (Waterston) menangkapnya karena pelanggaran membawa hewan berbahaya di New York dan segera membawa Newt ke MACUSA (Magical Congress of The United State of America) untuk diadili. Namun karena koper sebagai barang bukti tertukar, Tina tidak bisa menghakiminya.

Friday, 2 September 2016

The Secret Life of Pets

Score: 7.0 / 10
"Look Max. I'm your friend, OK, and as your friend Ive got to be honest with you I don't care about you or your problems!" - Chloe

Illumination Studio telah habis dengan Minions mereka, kini studio yang angkat nama lewat franchise Despicable Me tersebut membuat terobosan film baru dengan mengangkat tema kehidupan hewan-hewan peliharaan di kota New York. Chris Renaud yang telah berhasil menyutradarai dua film penjahat super Gru itu kembali memegang kendali pada proyek teranyar studio yang menjadikan mahkhluk-makhluk kuning tersebut sebagai ikon mereka. Dibantu dengan Yarrow Cheney, The Secret Life of Pets akan menjadi pembuka franchise baru bagi dunia hewan peliharaan Katie ini karena sekuelnya pun sudah terdengar sedang dikerjakan untuk tahun 2018 nanti.

Maximillian (Louis C.K) adalah anjing yang dipungut Katie (Kemper). Mereka berdua hidup bahagia hingga Katie memutuskan untuk mengadopsi anjing lagi dari penampungan hewan liar, Duke (Stonestreet). Duke tidak suka cara Max memandang dirinya yang dianggap sebagai pengganggu bagi hubungan Max dan Katie. Perselisihan pun terjadi untuk saling menyingkirkan satu sama lain. Hingga saat Duke hendak membuang Max, mereka pun dijebak oleh sekelompok kucing liar hingga dibawa ke penampungan hewan liar. Dalam perjalanan, mereka bertemu Snowball (Hart), kelinci buangan dari sirkus yang kini memimpin grup revolusi hewan liar untuk memusnahkan manusia. Untuk keselamatan mereka, Max dan Duke mau tidak mau bergabung dalam kelompok tersebut hingga si kelinci lucu ini memburu mereka karena telah berbohong padanya. Di tempat lain, Gidget (Slate) yang merasa bahwa Max adalah cinta sejatinya memutuskan untuk membuat tim untuk mencari Max yang hilang diluar sana. Dapatkah Max dan Duke berhasil kabur dari kejaran Snowball? Akankah Gidget berhasil menemukan Max?

Thursday, 4 August 2016

Suicide Squad

Score: 7.4 / 10
"Everyone's has a weakness, and a weakness can be leverage." - Amanda Waller

Materi promosi yang sudah heboh sejak San Diego Comic-con 2015, bahkan sampai pada event yang sama tahun ini. Sejak Batman v Superman menuai kritik tajam pada Maret lalu, pihak DC mulai merubah sajian superhero kelam mereka dengan menyisipkan beberapa joke layaknya Marvel. Dengan adanya keputusan tersebut, film yang mengangkat tentang satuan tim dari musuh-musuh jagad DC ini pun akhirnya harus mengambil ulang beberapa adegan pada April lalu. David Ayer selaku sutradara tidak mau kalah, setelah Captain America: Civil War berhasil memenangkan kritik positif. Maka ia meniru formula Guardians of The Galaxy dengan memasukkan scoring dan soundtrack dari aransemen lagu-lagu lawas. Alhasil, trailer kedua dari film ini berhasil memikat hati para calon penontonnya. Jajaran artis pengisi soundtrack seperti Twenty One Pilots, Wiz Khalifa, Imagine Dragons dan yang lainnya juga berhasil menjadi lagu hits pada satu bulan sebelum film ini rilis. Dengan banyaknya suguhan materi promosi tersebut (termasuk situs yang didalamnya kita bisa membuat logo diri kita versi karakter Suicide Squad) maka dari segi komersil, Suicide Squad sudah tak perlu diragukan lagi.

Usai kematian Superman, Amanda Waller (Davis) mencoba membuat tim yang terdiri dari sekumpulan orang-orang jahat, guna mengatasi serangan-serangan metahuman (Manusia ataupun makhluk super) agar jika terjadi kesalahan dalam misi, mereka bisa disalahkan. Dengan bantuan Rick Flag (Kinnaman), Amanda membangun sebuah tim yang tak hanya keji, namun dapat ia kekang dan kendalikan. June Moone (Delevingne) kerasukan arwah penyihir bernama Enchantress. Pacar Rick Flag tersebut rupanya tidak suka jantungnya dikendalikan oleh Amanda. Ia kemudian membangunkan saudara laki-lakinya dari tidur panjangnya yang menyebabkan Amanda harus mengirim pasukan untuk menghentikan Enchantress yang ingin menguasai para manusia. Tim yang terdiri dari Floyd Lawton a.k.a Deadshot (Smith), Harley Quinn (Robbie), Capt. Boomerang (Courtney), El Diablo (Hernandez), Killer Croc (Adewale), serta Katana (Fukuhara) akan menyelamatkan Amanda beserta Midway City dari cengkraman senjata mematikan Enchantress. Tak hanya itu, mereka juga harus menyatukan kerjasama mereka diantara problematika masing-masing. Di lain tempat, Joker (Leto) berusaha menyelamatkan cintanya, Harley Quinn dari dekapan Amanda dan teman-teman Suicide Squad.

Sunday, 31 July 2016

Ice Age Collision Course

Score: 6.8 / 10
"While you run for your lives, we'll be high in the sky, safe as those birdies." - Gavin

Franchise terkenal dari studio BlueSky sejak debutnya dimulai tahun 2002. Tampuk sutradara pun sudah sering kali berganti-ganti, dimulai dari Chris Wedge, Carlos Saldanha, hingga kini Mike Thurmeier yang sebelumnya juga menyutradarai Ice Age: Continental Drift kembali angkat tangan untuk proyek teranyarnya. Setelah mengusung storyline misi penyelamatan, banjir besar karena lelehan es, zaman dinosaurus, serta terbentuknya daratan di Bumi, kini ulah Scrat benar-benar tak bisa dimaafkan lagi. Ya, apalagi kalau bukan terbentuknya galaksi bima sakti karena ulahnya yang gila. Meski seakan memundurkan kejadian-kejadian penting dalam Bumi, kisah kehidupan Manny dan kawan-kawan terus bergerak maju.

Ulah Scrat (Wedge) setelah menemukan U.F.O membuat planet-planet dalam tata surya dapat tersusun sebagaimana seharusnya. Hal itu juga membuat Meteor yang memiliki kekuatan magnet serta magis yang kuat, berjatuhan ke Bumi. Manny (Romano) sedang merayakan hari jadinya dengan Ellie (Latifah), di hari yang spesial itu pula, mereka berdua mendapati bahwa setelah anak mereka menikah, Julian (Devine) akan membawa Peaches (Palmer) untuk bertualang bersama. Manny tentu saja tidak bisa menyetujui hal tersebut. Percakapan mereka harus terpotong dengan jatuhnya hujan meteor ke daerah mereka. Di lain tempat, dibawah Bumi, Buck (Pegg) mendapatkan ramalan tentang nasib dunia akan hujan meteor tersebut. Ia merangkak ke permukaan untuk bertemu dengan tim Manny. Ia kemudian memimpin rombongan menuju tempat jatuhnya meteor tersebut, guna menghalangi jatuhnya meteor susulan seperti apa yang diramalkan. Dalam perjalanan, mereka juga akan dihadapi dengan kejaran dari musuh bebuyutan Buck dari bawah Bumi, Gavin (Offerman) beserta kedua anaknya, juga munculnya daerah yang disebut sebagai Geotopia. Dapatkah Manny dan kawan-kawan mencegah kepunahan Mamalia Bumi seperti yang pernah terjadi pada Dinosaurus sebelumnya?

Friday, 8 July 2016

Gods of Egypt

Score: 6.5 / 10
"Every night the battle between chaos and creation must go on, otherwise the world will be destroyed. For you see, there are worse things than Set." - Ra

Alex Proyas kembali menangani proyek besar sebagai sutradara setelah absen 7 tahun lamanya dengan karya terakhir Knowing yang telah sukses dibintangi oleh Nicolas Cage. Sutradara yang angkat nama lewat i,Robot ini kembali menyajikan film dengan nuansa gemerlap CGI berwarna emas berlatar belakang mitologi dewa-dewi mesir. Menarik artis muda berbakat, Brenton Thwaites (The Giver, Maleficent) setidaknya akan menjadi ajang kedua aktor muda ini didaulat menjadi pemeran utama dalam sebuah film blockbuster. Tak hanya itu, studio rupanya menggaet artis yang baru juga angkat nama lewat perannya sebagai Black Panther dalam Marvel Cinematic Universe, Chadwick Boseman sebagai dewa pengetahuan dan kebijaksanaan, serta Gerard Butler yang telah berpengalaman dalam dunia perfilman bergenre action. Ditulis oleh Matt Sazama dan Burk Sharpless berdasarkan karakter-karakter eksentrik mitologi mesir, film ini akan menghadirkan aksi memukau para dewa-dewi berdarah emas dengan bentuk CGI yang tentunya akan menyilaukan mata anda.

Horus (Coster-Waldau) akan diangkat sebagai pemimpin umat manusia menggantikan sang ayah, Osiris (Brown). Ditengah acara pelantikan, sang paman Set (Butler) cemburu akan kekuasaan yang Osiris berikan kepada sang anak yang ia rasa belum pantas mendapatkan tahta tersebut. Maka Set pun menantang Horus berduel dan berhasil mengambil mata Horus beserta membunuh sang ayah. Beberapa waktu berlalu, Bek (Thwaites) adalah pencuri ulung. Kekasihnya, Zaya (Eaton) bekerja pada arsitek kaki tangan Set, Urshu (Sewell) yang membantu Set membangun gedung-gedung beserta tempat dimana mata Horus disimpan. Bek kemudian mencuri mata tersebut untuk diberikan kepada Horus agar pemerintahan tirani Set dapat dijatuhkan. Naasnya, Zaya terancam mati karena ulah Urshu. Horus dengan Bek kemudian membuat perjanjian yang mana Horus harus menyelamatkan kekasih Bek tersebut dan bekerjasama dengan pencuri ini dalam petualangan mereka untuk merebut kembali tahtanya.

Thursday, 7 July 2016

The Finest Hours

Score: 6.8/10
"We can't leave them alone. that boat would sink. We all live or we all die. Right?" - Bernie Webber

Diangkat dari kisah nyata tentang penyelamatan kru kapal tanker menggunakan perahu kecil pada tahun 1952. Yang menjadi spesialnya adalah ketika jumlah kru yang diselamatkan nyatanya melebihi muatan seharusnya yang bisa dimuat perahu kecil tersebut, ditambah lagi dengan kondisi badai laut yang luar biasa menjadikan peristiwa pada tanggal 28 Februari 1952 ini sebagai penyelamatan dengan kapal kecil terhebat dalam sejarah penjaga pantai. Peristiwa itu kemudian dijadikan sebuah buku yang ditulis oleh Casey Sherman dan Michael J. Tougias diangkat dalam film layar lebar oleh Disney dengan memilih Craig Gillespie sebagai Nakhkoda film ini. Nama yang sudah tidak asing pun mulai menghiasi poster film ini seperti terlibatnya Chris Pine sebagai pemeran utama, Casey Affleck, Ben Foster, dan Eric Bana. Salah satu film live-action Disney yang pertama rilis tahun 2016 ini.

Bernie (Pine) sangat ingin menikahi Miriam (Grainger) yang padahal baru saja ia kenal selama 4 bulan. Untuk formalitas, Bernie harus meminta izin pada bos nya, Cluff (Bana) dimana ia bekerja disana sebagai penjaga pantai. Musim itu adalah musim dingin dengan badai yang luar biasa. Sebelum sempat bertemu kembali dengan Miriam untuk mengkonfirmasi pernikahannya, Bernie menerima tugas untuk menyelamatkan kru kapal tanker di tengah badai lautan dengan hanya menggunakan perahu kecil. Maka bersama dengan Richard (Foster), Fitzgerald (Gallner) dan Ervin (Magaro) berangkat menuju lokasi bencana nyali yang besar melintasi badai lautan. Sementara itu, kru kapal tanker yang selamat masih berusaha bertahan hidup. Dengan kepemimpinan Sybert (Affleck) para kru berusaha mengarahkan kapal yang sudah terbelah dua tersebut menuju dermaga pulau sambil berpacu pada waktu sebelum lambung kapal yang bocor berhasil memenuhi ruang mesin seutuhnya. Masalah semakin pelik ketika tim penyelamat hanya membawa kapal kecil yang kelihatannya tak sanggup memuat korban yang selamat. Dapatkah Bernie menyelamatkan kru kapal tanker tersebut dan kembali dengan selamat untuk menikahi Miriam?

Sunday, 3 July 2016

In The Heart of The Sea

Score: 7.7 / 10
"You really feel like an earthly king after everything that we've been through? We're nothing. We're... we're specks. And dust." - Owen Chase

Film yang dilatarbelakangi dari balik kisah fiksi buku Moby Dick karya Herman Melville yang kemudian dibuatkan adaptasi kisah nyatanya lewat buku berjudul In The Heart of The Sea: The Tragedy of Whaleship Essex hasil jerih payah Nathaniel Philbrick. Proyek adaptasi film layar lebarnya pun kini ditangani oleh sineas yang sudah angkat nama lewat adaptasi novel-novel Dan Brown sebelumnya (The Da Vinci Code, Angel & Demons), Ron Howard. Tak hanya itu pula, studio juga menggaet aktor-aktor mahal yang namanya sudah malang melintang dalam dunia perfilman hollywood. Sebut saja Chris Hemsworth, Benjamin Walker, Cilian Murphy, dan Ben Whishaw. Bercerita tentang sebuah musibah yang dialami para pemburu paus di lautan pasifik, In The Heart of The Sea akan membuat anda mabuk laut akan aksi awak kapal Essex melawan paus putih terbesar yang pernah mereka lihat demi mendapatkan minyak paus.

Herman Melville (Whishaw) mendatangi Tom Nickerson (Gleeson) untuk mendapatkan sebuah cerita yang selama ini dia inginkan, yakni rahasia dari bencana yang menimpa awak kapal Essex pada abad ke 18 tersebut. Tom adalah satu-satu nya awak kapal yang masih hidup dan belum menceritakan kebenaran dari musibah yang telah menimpanya saat ia berumur 14 tahun. Dengan sangat berat dan leluasa, Tom mencoba menumpahkan semua penat masa kelamnya tersebut kepada penulis fiksi berpengalaman itu.

"Ini adalah kisah tentang dua pria" kata Tom saat mulai membuka kisahnya. Owen Chase (Hemsworth) adalah seorang pemburu paus berpengalaman yang telah dijanjikan oleh para investor untuk menjabat sebagai kapten dalam pelayaran yang berikutnya. Namun jabatan itu harus terambil oleh seorang pemula yang memiliki ikatan darah dengan keluarga investor tersebut, George Pollard (Walker). Owen terpaksa menjadi kelasi pertama untuk menyelesaikan misinya dalam membawa pulang 200 galon minyak paus agar ia bisa menjadi kapten pada ekspedisi berikutnya. Bersama dengan teman lamanya pula, Matthew Joy (Murphy) mengarungi lautan menggunakan kapal Essex untuk memburu minyak paus. Owen dan George merasa tertantang ketika mereka menemukan seorang kapten yang bercerita tentang seekor paus putih besar merenggut beberapa kru nya berserta lengan kiri sang kapten di lautan pasifik. Dengan segenap keberanian seluruh kru Essex, mereka berangkat untuk mencari monster putih yang dimaksud. Naasnya, Owen harus menghadapi seekor monster paus yang hendak menenggelamkan seluruh isi kapal Essex. Dapatkah Kapten George beserta Owen menghadapi ancaman paus putih tersebut dan membawa pulang dengan selamat seluruh kru kapal Essex?

Thursday, 9 June 2016

Now You See Me 2

Score: 8.1/10
"Are you listening, horsemen? You will get what's coming to you. In ways you can't expect. " - Thaddeus Bradley.

Masih ditulis oleh Ed Solomon dan Pete Chiarelli berdasarkan karakter buatan Boaz Yakin dan Edward Ricourt, Now You See Me sukses besar menjadi film kuda hitam pada tahun 2013 lalu. Maka tak salah bila pihak studio maupun fans The Four Horsemen ini menginginkan mereka kembali tampil menghibur penonton dengan trik sulap yang lebih fresh. Bahkan rencananya, film ini pun sudah mendapatkan lampu hijau untuk dijadikan salah satu film trilogi laris dari kerjasama Lionsgate dan Summit Entertainment. Pindahnya Louis Leterrier ke kursi produser, membuat nahkoda G.I Joe: Retaliation, Jon M. Chu terpilih sebagai sutradara dalam film yang sebelumnya di beri subjudul The Second Act ini. Masih menggunakan pemain-pemain utama dalam film sebelumnya, tambahan beberapa nama terkenal seperti Daniel Radcliffe dan Jay Chou tentunya akan menambah nilai jual film ini. Absennya Isla Fisher karena hamil nyatanya tidak menurunkan kualitas Four Horsemen tersebut. Terbukti bahwa Lizzy Caplan berhasil membawakan karakter baru yang tak hanya sekedar melengkapi tim (meski trik sulap terakhir yang dibawakan karakter Lula secara personal agak mengecewakan).

Setahun setelah menghilang dari dunia, Daniel Atlas (Eisenberg) dengan tim, merasa haus akan pertunjukkan. Untungnya, Dylan (Ruffalo) mendapatkan misi baru untuk The Four Horsemen ini agar bisa tampil kembali mempertunjukkan keahlian mereka. Dylan juga mengisi kekosongan tim dengan menambah Lula (Caplan) untuk menggantikan Henley (Fisher). Pertunjukkan pertama mereka kali ini adalah membajak acara yang diadakan perusahaan Okta (perusahaan yang berkelut dibidang teknologi) yang ternyata memiliki rencana terselubung dalam memasarkan produk mereka yang mengincar privasi setiap orang.  Namun dibalik itu semua, ternyata The Four Horsemen sudah memasuki perangkap musuh yang ingin memusnahkan mereka. Mereka kemudian diculik oleh Walter Mabry (Radcliffe) yang menginginkan benda peretas milik kompetitor dari Okta tersebut. Daniel kemudian menerima misi dari Walter untuk mencuri benda yang bisa meretas sistem keamanan dunia ini menggunakan keahlian mereka sebagai pesulap. Terpisah jauh dengan anak buahnya, Dylan harus membebaskan kembali orang yang sudah dia fitnah, Thaddeus (Freeman) demi menyelamatkan teman-temannya yang telah memasuki perangkap dari pihak ketiga.

Wednesday, 1 June 2016

Teenage Mutant Ninja Turtles: Out of The Shadows

Score: 6.8/10
"People fear what they don't understand." - Splinter

Dua hari setelah penayangan film reboot nya pada dua tahun silam, Paramount serta Nickelodeon langsung saja memberikan lampu hijau untuk sekuel pahlawan bertempurung ini. Masih diproduseri sutradara yang angkat nama lewat Transformers, tampuk nahkoda sekuel pertamanya ini berpindah tangan pada Dave Green yang sebelumnya juga membuat film anak-anak dengan tema sci-fi berbalut found footage, Earth to Echo. Film yang diadaptasi dari komik karya Peter Laird dan Kevin Eastman ini nyatanya sempat meraih pencapaian box office yang diharapkan studio sehingga proyek sekuelnya cepat tercapai. Tak hanya itu, deretan aktor installment pertamanya juga akan kembali menjadi karakter penting dalam sekuelnya ini dan juga sekaligus menambah pemain-pemain sentral baru demi memeriahkan dunia kura-kura ninja ini.

Setelah berhasil menangkap Shredder (Tee), Kura-kura bersaudara memutuskan untuk bekerja dibawah bayangan karena rupa mereka yang pastinya akan membuat takut masyarakat. Maka Vernon Fenwick (Arnett) menjadikan dirinya sebagai ikon dibalik tertangkapnya Shredder. Namun April (Fox) melacak masih ada anggota Foot Clan (organisasi dibawah pimpinan Shredder) berusaha untuk membebaskan masternya tersebut. Dr. Baxter (Perry) berhasil mengembangkan teknologi teleportasi yang justru membawa kabur Shredder pada Krang (Garrett), alien beda dimensi yang ingin menguasai bumi tersebut kemudian bekerja sama dengan master samurai ini untuk mewujudkan impian mereka bersama. Sementara itu, Leonardo (Ploszek) selaku pemimpin dan kakak tertua masih belum bisa menyatukan kerjasama tim yang memiliki kepribadian berbeda-beda itu. Belum lagi kemunculan musuh baru mereka, Rocksteady (Farrelly) dan Bebop (Williams) sempat membuat 4 bersaudara ini kewalahan dalam menyelesaikan misi mereka. Dapatkah Leo, Raph (Ritchson), Donatello (Howard) dan Mikey (Fisher) mencegah kedatangan Kraang dalam tujuannya menguasai Bumi?

Wednesday, 18 May 2016

X-Men: Apocalypse

Score: 7.8/10
"Whatever you think you saw in me, I buried it with my family." - Erik Lehnsherr / Magneto

20th Century Fox kembali merilis sebuah film Marvel untuk kedua kalinya tahun ini. Film ke 9 dari franchise besar X-Men sekaligus lengkap menjadi sebuah trilogi dari X-Men: First Class yang menjadi awal baru bagi franchise X-Men. Bryan Singer kembali memegang kendali sutradara setelah sukses besar melakukan reboot secara halus dengan menggabungkan franchise X-Men: First Class dengan X-Men sebelumnya lewat X-Men: Days of Future Past tahun 2014 lalu. Hal ini juga menjadi ke-empat kalinya sutradara asal New York ini memegang kendali penuh dengan visualisasi X-Men Universe. Memilih supervillain yang se-level dengan Thanos (musuh utama terkuat Marvel dari kubu MCU) rupanya tidak membuat goyah sang pemilik nama tengah 'Jay' untuk membalut film ini dengan action yang lebih megah dari film-film sebelumnya. Tak lupa pula aktor langganan nominasi Oscars sekelas Jennifer Lawrence dan Michael Fassbender turut kembali meramaikan jajaran mutan ini. Dengan terpilihnya aktor yang baru angkat nama lewat franchise besar Star Wars akhir tahun lalu, film ini menjadikan nama Oscar Isaac semakin meroket karena perannya sebagai musuh utama, Apocalypse. Jika sebelumnya Peter Dinklage telah tampil, studio juga kembali menggaet aktor dari serial Game of Thrones seperti Sophie Turner untuk memerankan karakter penting dalam saga X-Men yang lalu, yakni Jean Grey. Tak hanya itu, jejeran nama untuk pemeran karakter sentral X-Men yang baru pun juga turut memeriahkan antusiasme penonton.

10 tahun pasca insiden dalam X-Men Days of Future Past, Erik Lensherr (Fassbender) telah memulai hidup baru bersama istri dan anaknya, Charles Xavier (McAvoy) membuka kembali sekolah mutan dengan Hank (Hoult), dan Raven (Lawrence) menjadi tentara bayaran yang membebaskan budak-budak mutan. Sayangnya kehidupan normal mereka harus kembali terusik dengan bangkitnya En Sabah Nur (Isaac), mutan pertama yang telah hidup ribuan tahun lalu. Moira (Byrne), agen CIA yang telah lama meneliti kasus ini menyebut mutan tersebut dengan nama Apocalypse. Makhluk biru dengan kekuatan maha dahsyat itu kemudian mengumpulkan empat mutan untuk menjadi pengikut utamanya, yakni Ororo Monroe (Shipp), Psylocke (Munn), Archangle (Hardy) dan Erik Lehnsherr, dimana penyandang nama Magneto ini memang baru saja kembali marah kepada manusia karena usaha-nya sia-sia dalam memulai kembali hidup yang damai. Mengetahui apa yang bisa dilakukan Professor X dengan fasilitas Cerebro-nya, pemimpin Four Horsemen ini menargetkan pendiri Xavier's School dalam upaya mengendalikan pikiran seluruh manusia. Beberapa mutan muda seperti Scott Summers (Sheridan), Jean Grey (Turner), Kurt Wagner (Smit-McPhee) dan Peter Maximoff (Peters) ikut terseret dalam pertempuran luar biasa antara mutan melawan monster yang mengaku dirinya 'tuhan'.

Thursday, 12 May 2016

The Angry Birds Movie

Score: 7.0/10
"Sometimes, when I get upset, I have been known to blow up" - Bomb

Game android yang pertama kali tenar karena ide 'melempar burung' yang tak bisa terbang ini rupanya berhasil memancing studio sekelas Sony Pictures untuk mengadaptasinya menjadi sebuah film layar lebar. Tetap didukung oleh pihak developer, Rovio Entertainment, The Angry Birds Movie dinahkodai oleh duo sutradara debutan Clay Kaytis dan Fergal Reilly yang sebelumnya memang sudah banyak berkecimpung dalam dunia produksi film animasi. Jika tahun lalu Sony mengangkat game-game arcade tahun 80-90an ke layar lebar dengan aktor Peter Dinklage dan Josh Gad, dua pemain tersebut akan kembali bekerjasama untuk mengisi suara karakter burung ketapel ini. Tak lupa pula artis kenamaan Sean Penn, Bill Hader dan Maya Rudolph turut menyulih suarakan watak penting dalam film ini.

Red (Sudeikis) adalah burung yang temperamental. Tak memiliki orang tua dan selalu sendiri sejak kecil membuat burung yang selalu dikucilkan karena alis tebalnya ini menjadi mudah marah. Akibat dari sifatnya yang pemarah tersebut, ia kemudian dimasukkan kedalam kelas pelatihan menahan amarah. Disanalah ia bertemu dengan Chuck (Gad) dan Bomb (McBride). Segerombolan Babi kemudian datang ke pulau burung yang hidupnya tentram ini dengan dalih ingin membangun persahabatan antara babi dengan burung. Red mempercayai bahwa ada niat buruk yang disembunyikan Leonard (Hader), pemimpin para babi tersebut yang selalu mengajak penduduk setempat untuk berpesta pora. Karena tidak dipercayai oleh Hakim kepala desa lagi, Red memutuskan untuk meminta pertolongan pada Mighty Eagle (Dinklage), satu-satunya burung legendaris yang bisa terbang, tersembunyi diatas gunung utama pulau tersebut. Dengan bantuan si kuning cepat dan burung peledak, mereka akhirnya berhasil menemukan penerbang yang menjadi panutan masyarakat ini. Namun Red masih terlalu lambat untuk menyelamatkan telur-telur yang telah dirampas para babi liar ini. Kini ia harus memimpin grup penyelamatan telur-telur yang dicuri sebelum para hewan berlemak tersebut memakan habis calon anak-anak burung yang tak bisa terbang itu.

Thursday, 28 April 2016

Captain America: Civil War

Score: 7.5/10
"I know we're not perfect, but the safest hands are still our own." Steve Rogers / Captain America

Setelah sukses besar lewat Captain America: Winter Soldier, pihak Marvel kembali menggaet Russo Brothers (Anthony & Joe Russo) untuk kembali membidani installment ketiga dari pahlawan asal perang dunia kedua ini. Tak lama setelah DC mengumumkan untuk membuat Batman v Superman, Kevin Feige selaku producer besar segera menjawab tantangan kubu superhero tersebut dengan mulai menggarap arc Civil War kedalam film pembuka fase ke 3 dari Marvel Cinematic Universe ini. Tak lepas dari kisah orisinilnya, Captain America: Civil War akan menyajikan perpecahan grup Avengers menjadi dua kubu, yakni tim Captain America, dan tim Iron Man.

Pasca semua kejadian yang pernah Avengers lakukan, pihak berwenang bersama dengan PBB  membuat sebuah perjanjian dengan para anggota superhero tersebut untuk membatasi aksinya yang dinilai telah melampaui batas. Meski banyak masyarakat yang menganggap mereka pahlawan, namun tidak sedikit juga keluarga dari orang-orang yang tak selamat pada tiap insiden, membenci tim pembawa masalah tersebut. Tony Stark (Downey) juga berpikir demikian, dialah salah satu orang yang menciptakan Ultron dan membuat Sokovia berada diambang kehancuran. Cepat atau lambat, kegiatan mereka akan dibatasi oleh pemerintah. Pencipta armor besi ini kemudian menyetujui untuk membuat undang-undang superhero tersebut. Lain kata dengan Steve Rogers (Evans), pria berusia lebih dari 100 tahun ini menolak untuk bekerja dibawah 'Perjanjian Sokovia' dengan dalih bahwa "pekerjaan ini memanglah untuk menyelamatkan orang-orang sebanyak yang kita bisa, terkadang itu bukan berarti semuanya". Masalah tidak selesai sampai disitu saja, Bucky Barnes (Stan) dituduh mengebom gedung tempat akan dilaksanakannya pertemuan pembahasan 'Perjanjian Sokovia'. Raja Tchaka (Kani) tewas dalam insiden itu dan membuat sang anak, T'Challa (Boseman) memburu mati-matian sahabat Captain America ini. Mengetahui bahwa ada yang tak beres dengan insiden tersebut, pahlawan berkostum biru berbintang itu memutuskan untuk mengamankan Bucky dari kejaran pemerintah. Hal ini membuat Secretary of State, Thaddeus Ross (Hurt) mengutus sisa tim Avengers yang tak mendukung ulah Captain, untuk memburunya. Iron Man memimpin sekumpulan pasukan dengan dua anggota baru dalam rangka menangkap pria yang pernah terkurung dalam es itu beserta timnya untuk diadili atas ulah mereka melindungi The Winter Soldier.

Thursday, 14 April 2016

Boboiboy The Movie

Score: 7.7/10
"Terbaik!" - Boboiboy

Sukses dengan penayangannya sebagai serial tv anak-anak selama 3 season yang bermula pada tahun 2011 lalu, Animonsta studios dan Primeworks dari malaysia ini lantas tak tanggung-tanggung untuk membuat proyek besar untuk layar lebar yang telah terdengar kabarnya sejak 2014 lalu. Memenangkan penghargaan dalam Anugerah Karyawan Animasi pada tahun 2013 lalu dengan kategori 'Skrip animasi terbaik', 'tema musik terbaik', dan 'pengisi suara terbaik' membuat Nizam Razak dengan teguh hati menyutradarai proyek besar ini. Meski sempat memundurkan jadwal perilisannya (sebelumnya, dari teaser pertama, film ini seharusnya tayang akhir tahun 2015), Animonsta Studios akhirnya merilis Boboiboy The Movie yang mungkin mengambil setting waktu setelah season 3 (meski season 3 nya pun sendiri belum selesai hingga saat ini) di bulan Maret lalu. Berbeda satu bulan dengan penayangannya di Indonesia pada tanggal 13 April kemarin.

Pasukan Tengkotak adalah pasukan yang sangat ahli menangkap Sfera Kuasa. Klamkabot (Usamah Widiatmoko) adalah salah satu Sfera Kuasa generasi pertama yang berkekuatan teleportasi yang berhasil kabur dari kejaran Tengkotak, datang ke bumi untuk meminta pertolongan Ochobot (Mohd Fathi Diaz). Bentrok antara pemimpin pasukan Tengkotak, Bora Ra (Azman Zulkiply) dengan Boboiboy (Nur Fathiah Diaz) untuk melindungi Ochobot pun tak terelakkan. Boboiboy bersama kawan-kawan pun segera menuju pulau mengapung untuk menyelamatkan Ochobot. Dalam perjalanan, mereka dihadang berbagai tantangan mulai dari robot gurita raksasa, hiu berkaki, sampai dengan Klamkabot yang menginginkan Ochobot agar segera diupgrade demi menyelesaikan misi untuk melindungi kuasa teleportasi. Boboiboy juga harus terus menghindar dari Bora ra beserta anak buahnya karena perbedaan kekuatan yang begitu jauh.

Saturday, 9 April 2016

Attack On Titan: End of The World

Score: 6.9/10
"toki ni hitori no toutoi inochi ga ooku no inochi o sukuu koto ga aru koto mo."
"Sometimes sacrificing one precious life can save many others."
- Mikasa Ackerman

Babak akhir dari kelanjutan movie live-action pertamanya kemarin yang mendapat respon negatif dari para fansnya. Hal tersebut sepertinya mempengaruhi penjualan box office pada babak kedua yang padahal dalam segi kualitas dan jalan cerita lebih baik dari pada bagian pembukanya tersebut. Masih disutradarai Shinji Higuchi dengan mangaka Hajime Isayama yang masih terus mengerjakan proyek manga-nya. Attack On Titan versi live-action ini memang memiliki storyline yang benar-benar berbeda dengan versi manga maupun anime-nya, namun tetap memiliki plot yang sama, yakni ancaman para titan terhadap umat manusia.

Setelah diketahui dapat berubah menjadi Titan, Eren Yaeger (Miura) diadili oleh Komandan Kubal (Kunimura) dan dianggap dapat menjadi ancaman umat manusia didalam dinding. Namun hal yang tak diduga, titan dari wujud Kapten Shikishima (Hasegawa) menyelamatkan Eren dari eksekusi tersebut dan menjelaskan semua asal usul titan dan dunia yang dulu ia kenal serta membeberkan rahasia bahwa pemerintahlah yang harus mereka lawan untuk kebebasan mereka. Di lain tempat, Mikasa (Mizuhara), Armin (Hongo), Hanji (Ishihara), Jean (takahiro), Sasha (Sakuraba) dan Sannagi (Matsuo) bergerak untuk mengambil bom yang tersisa di reruntuhan kampung halaman dari tembok yang dua tahun lalu berhasil ditembus untuk menutup lubang di tembok tersebut. Namun Shikishima rupanya tidak setuju dengan menutup tembok tersebut dan justru ingin menghancurkan pemerintah yang mengekang mereka. Perbedaan pendapat tersebut lalu membuat Eren mau tidak mau harus mengalahkan wujud titan armored dari Shikishima yang lebih kuat darinya. Hal tersebut juga membawa mereka menuju akhir dunia dari perlawanan mereka melawan titan kolosal yang muncul kembali untuk menggagalkan misi mereka.

Friday, 25 March 2016

Batman v Superman: Dawn of Justice

Score: 7.5/10
"Devils don't come from hell beneath us. They come from the sky." - Lex Luthor

Mengawali debut universe barunya dengan Man of Steel (2013), DC seakan tak mau kalah dengan Marvel yang sudah membangun Cinematic Universe-nya sejak Iron Man (2008). Masih disutradarai oleh Zack Snyder yang juga memimpin proyek Man of Steel lalu, tak lupa pula nama Christopher Nolan yang sukses dengan trilogi The Dark Knight menjadikan film ini sangat menjanjikan untuk menjadi tontonan wajib tahun ini. Alih-alih meneruskan atau membuat film 'Batman' baru, mungkin DC beranggapan bahwa sudah banyak Batman mendapatkan film adaptasi live-action sebelumnya sehingga tak wajib bagi Batman untuk menceritakan kisah awalnya lagi. DC membuat film dalam urutan rilis kedua dalam DCEU (DC Extended Universe) ini agar lebih menekankan konflik untuk segera memulai proyek Justice League.

Superman / Clark Kent (Cavill) berhasil mengalahkan General Zod (Shannon) dan membuat berantakan seluruh kota. Bruce Wayne / Batman (Affleck) gagal menyelamatkan para pekerjanya dan menganggap bahwa Superman adalah salah satu ancaman bagi umat manusia. Dua tahun pun berlalu, Superman kini dipuja karena aksi heroiknya dalam menyelamatkan setiap orang yang butuh pertolongan di dunia. Namun dendam dan rasa ketakutan setelah pertarungan pertamanya belumlah hilang di hati masyarakat dan para korban. Di lain tempat, Lex Luthor (Eissenberg) berhasil menemukan bebatuan Krypton yang diduga dapat melemahkan Son of Krypton tersebut. Batman melacak organisasi teroris yang terhubung pada transaksi penemuan batu krypton lainnya yang berujung pada Lex. Bruce juga menemukan berkas file manusia super yang Lex sembunyikan, hal ini menuntunnya pada mimpi-mimpi aneh yang mengharuskannya mengumpulkan manusia super yang ada dalam file tersebut untuk bersatu melawan kejahatan. Selain itu, Superman juga harus menanggung banyak beban fitnah yang dilakukan dibalik bayang-bayang Lex Luthor untuk membuat Batman dan Superman berseteru dan saling menghabisi.

Friday, 26 February 2016

Room

Score: 7.8/10
"There's doors and... more doors. And behind all the doors, there's another inside, and another outside. And things happen, happen, HAPPENING. It never stops. Plus, the world's always changing brightness, and hotness. And there's invisible germs floating everywhere. When I was small, I only knew small things. But now I'm five, I know EVERYTHING!" - Jack

Diadaptasi dari novel karya Emma Donoghue yang naskahnya sendiripun juga ia tulis untuk film ini. Disutradarai oleh Lenny Abrahamson serta menggaet artis cilik yang baru yang kualitas aktingnya tak bisa diremehkan, Jacob Tremblay. Room mendapatkan kesempatan untuk memenangkan 4 Nominasi dalam OSCARS tahun ini yang terdiri dari Best Picture, Best Directing, Actrees In A Leading Role, dan Adapted Screenplay yang otomatis akan membawa nama besar orang-orang penting dalam film ini yakni Abrahamson, Larson dan Donoghue. Pun begitu, meski judul yang diangkat adalah 'Room' namun isi didalam film nya malah terasa sangat luas yang membuat judul tersebut seperti hanya sebuah metafora belaka. Dan itu adalah salah satu hal bagus dalam film ini.

Joy (Larson) telah 7 tahun diculik oleh orang yang tak ia kenal dan dikurung didalam sebuah kamar dalam gudang. Tak pernah keluar dari gudang membuatnya harus mendidik Jack (Tremblay) yang ia lahirkan disana sampai usianya berumur 5 tahun dan tidak mengenal dunia luar. Berbagai rencana yang ia lakukan untuk kabur selalu gagal sampai akhirnya Jack sudah cukup umur dan dapat mengerti rencana yang ibunya berikan untuk menjebak sang penculik hingga akhirnya mereka bisa selamat keluar dari ruangan tersebut. Sekeluarnya dari tempat itu setelah 7 tahun, tentu saja banyak perubahan yang dirasakan Joy, termasuk berpisahnya kedua orang tua mereka yang membuat Joy kesal. Namun bagi Jack yang baru saja melihat dunia luar, Jack harus berusaha keras beradaptasi dengan lingkungan dan orang-orang baru disekitarnya. Meski sebelumnya Jack sudah pernah melihat dunia luar lewat televisi, ia tetap merasa sulit berinteraksi dengan orang luar. Bagi Jack, 5 tahun didalam kamar tersebut membuatnya merasa kangen akan hari-hari nya dalam ruangan sempit tersebut, dunia luar sangat luas dan beragam sampai akhirnya Jack bisa lepas dan merasa bebas di dunia luar.

Monday, 22 February 2016

Spotlight

Score: 8.4/10
"Sometimes it's easy to forget that we spend most of our time stumbling around the dark. Suddenly, a light gets turned on and there's a fair share of blame to go around. I can't speak to what happened before I arrived, but all of you have done some very good reporting here. Reporting that I believe is going to have an immediate and considerable impact on our readers. For me, this kind of story is why we do this." - Marty Baron

Sebuah film garapan Tom McCarthy yang sangat berani untuk kembali mengangkat kisah pelecehan seksual oleh pedofilia yang tak lain dilakukan oleh para Pastur Kristen Katholik di Boston. Mendapat ganjaran 6 nominasi termasuk Best Pictures dalam OSCARS tahun ini, film ini terinspirasi dari 'true event' yang telah lama terjadi dan baru terkuak luas pada tahun 2002 lalu. Tak hanya itu, studio juga menggaet aktor-aktor berbakat seperti Mark Ruffalo dan Rachel McAdams yang masuk kedalam nominasi Best Supporting Actor & Actress dan aktor senior seperti Michael Keaton dan Stanley Tucci.

Dengan datangnya Marty Baron (Schreiber) sebagai kepala editor di The Golden Globes, Marty memberikan kasus kepada tim Spotlight yang dipimpin oleh Walter Robby (Keaton) untuk meneliti pelecehan seks yang dilakukan para Pastur. Berangkat bersama timnya, Mike Rezendes (Ruffalo) menginvestigasi pengacara Garabedian (Tucci) untuk memberikan dokumen rahasia terkait para kliennya yang dulu pernah ia tangani. Sedangkan Sacha Pfeiffer (McAdams) dan Matt Carroll (D'Arcy James) mendatangi para korban yang selamat dari peristiwa tersebut. Phil Saviano (Huff) adalah salah satu dari para korban yang sudah lama gagal melayangkan gugatan ke pengadilan, melaporkan bahwa setidaknya ada 13 pastur yang terlibat. Jumlah tersebut terus bertambah ketika tim Spotlight mulai mencari arsip-arsip lama serta menemui berbagai korban narasumber. Setidaknya, 90 kasus ditemukan untuk daerah Boston. Dibalik itu semua, Robby beserta timnya harus melewati masa-masa sulit nan berbahaya untuk dapat kembali mengangkat berita ini. Sempat tertunda karena kasus WTC, tim Spotlight tetap mendedikasikan kebenaran untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Tuesday, 16 February 2016

Hotel Transylvania 2

Score: 6.5/10
"Nauseating to meet you." - Dracula

Kesuksesan Hotel monster yang dipimpin oleh vampir Drac ini rupanya membawa Sony Animation Pictures tak perlu menunggu lama untuk langsung meluncurkan sekuel pertamanya. Begitupula dengan jejeran cast yang mungkin tak asing lagi dari seri pertamanya. Adam Sandler dan Selena Gomez akan kembali mengisi suara vampir pemilik hotel dan Kevin James, Steve Buscemi, David Spade dan Keegan key menjadi teman setia Drac. Dan tentu saja, Genndy Tartakovsky kembali menyutradarai monster-monster yang sedikit sinting ini.

Berlanjut dari kisah film pertamanya, Jonathan (Samberg) dan Mavis (Gomez) telah menikah dan dikaruniai seorang anak yang mereka namakan Dennis (Blinkoff). Drac (Sandler) yang sangat senang karena telah memiliki seorang keturunan pastinya menginginkan Dennis menjadi Vampir secepatnya. Namun, Dennis sepertinya lebih menjurus seperti sang ayahnya yang seorang manusia. Namun Drac tentunya belum menyerah mengetahui bahwa gigi taring seorang vampir belum akan tumbuh sampai usia mereka mencapai 5 tahun. Ketika Dennis nyaris mencapai 5 tahun dan belum menunjukkan tanda-tanda bahwa ia adalah seorang vampir ternyata membuatnya resah. Ditambah lagi keputusan Mavis yang ingin pindah dari hotel ke rumah keluarga Jonathan jika Dennis benar-benar seorang manusia. Maka dimulailah rencana Drac untuk memicu Dennis agar sisi vampirnya bisa bangkit. Dilain tempat, Vlad (Brooks), ayah Drac, kakek Mavis dan kakek buyut Dennis yang tidak menyukai manusia datang berkunjung ke Hotel yang saat ini telah menerima manusia sebagai tamu mereka itu. Dapatkah Drac menyelesaikan semua permasalahannya ini?